Hal ini menjadi semakin penting karena hampir seluruh mekanisme penilaian perguruan tinggi saat ini mengedepankan prinsip akuntabilitas berbasis bukti. Artinya, setiap capaian yang diklaim harus dapat dibuktikan melalui dokumen yang valid dan terdokumentasi dengan baik.
Untuk itu, seluruh koordinator aspek dalam Tim Matrat diminta memperkuat sistem pengelolaan data dan dokumen di unit masing-masing. Inventarisasi dokumen pendukung, digitalisasi arsip, hingga pembenahan sistem penyimpanan data menjadi agenda prioritas yang harus segera dilakukan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi Undana dalam menghadapi masa transisi kebijakan kementerian yang saat ini tengah menyempurnakan pedoman dan formula penilaian Maturity Rating.
Lebih jauh, penguatan dokumentasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil penilaian institusi, tetapi juga untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Budaya mutu menuntut setiap unit kerja memiliki kesadaran bahwa setiap kegiatan, inovasi, maupun capaian harus terdokumentasi secara baik sebagai bagian dari proses pembelajaran organisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









