Rapat tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperluas jejaring literasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, serta dunia pendidikan.
Melalui semangat kolaborasi dan pelayanan, Bunda Literasi dan Pokja Bunda Literasi Kabupaten TTS berharap gerakan literasi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sementara itu, District Officer Program INOVASI, Sherly Lay, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bunda Literasi Kabupaten Timor Tengah Selatan beserta Pokja Bunda Literasi dalam menggerakkan budaya literasi di daerah.
Menurutnya, literasi bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan dukungan dari ekosistem yang kuat dan kolaboratif. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari keluarga, masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, hingga komunitas literasi, menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca, menulis, dan belajar sepanjang hayat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
