Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah Rakyat dan Negara yang Hadir: Menata Ulang Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

sekolah-rakyat-dan-negara-yang-hadir-menata-ulang-arah-kebijakan-pendidikan-nasional
Sekolah Rakyat dan Negara yang Hadir: Menata Ulang Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Sekolah Rakyat dan Negara yang Hadir: Menata Ulang Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Editorial Redaksi Sei-news

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

SNC, Peluncuran 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar agenda seremonial pendidikan. Ia adalah pernyataan politik kebijakan: bahwa negara memilih hadir secara aktif dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi anak-anak dari keluarga termiskin. Dalam konteks ketimpangan pendidikan yang masih menganga, Sekolah Rakyat patut dibaca sebagai upaya korektif atas kegagalan pasar dan keterbatasan negara selama ini dalam menjangkau kelompok paling rentan.

Selama bertahun-tahun, pendidikan nasional terjebak dalam paradoks. Di satu sisi, negara mengklaim pendidikan sebagai hak konstitusional; di sisi lain, akses terhadap pendidikan bermutu masih sangat ditentukan oleh status ekonomi keluarga dan lokasi geografis. Anak-anak dari desil 1 dan desil 2—kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah—kerap tereliminasi bukan karena kurangnya potensi, melainkan karena sistem yang tidak cukup berpihak.

Baca Juga :  Gubernur NTT Ajak Tinggalkan Budaya Konsumtif Saat Resmikan NTT Mart By OSOP dan Dapur Flobamorata di SMK Negeri 2 Soe
  • Bagikan