“Saya tidak pernah sangka bisa juara. Tapi ini jadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ungkapnya.
Putri kelahiran 15 Maret 2009 ini bercita-cita menjadi pendeta. Ia ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang bekerja sebagai petani dengan prestasi dan pendidikan yang diraihnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan para guru yang telah memberikan ruang dan motivasi untuk berkembang.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Bagi SMA Negeri Ayotupas, ajang Talenta bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang evaluasi dan pembelajaran. Sekolah bahkan memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi, salah satunya berupa pembebasan iuran komite.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa untuk berani tampil dan mengembangkan potensi diri.
“Ini menjadi tanggung jawab kami untuk membuka ruang bagi anak-anak agar mereka bisa berkembang dan meraih masa depan,” tutup Adriani Suan.
Dengan segala keterbatasan yang ada, SMA Negeri Ayotupas membuktikan bahwa semangat, disiplin, dan budaya literasi mampu mengantarkan siswa dari desa menuju panggung prestasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
