Menurutnya, transformasi pendidikan tidak akan berjalan optimal jika sekolah bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi melalui IHT menjadi kesempatan bagi para guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan menyelaraskan pemahaman terhadap perkembangan pembelajaran dan kurikulum.
Semangat kolaborasi tersebut disambut oleh Kepala SMA Negeri Sambet, Zam Luther Kase, yang hadir bersama jajaran gurunya.
Ia menjelaskan bahwa keputusan SMA Negeri Sambet bergabung dalam kegiatan IHT bersama SMA Negeri Oenino merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antarsekolah.
Menurutnya, kolaborasi dapat menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan sumber daya, berbagi praktik baik, sekaligus mempererat hubungan akademik antarguru dari kedua sekolah.
Tantangan pembelajaran yang dihadapi sekolah di era sekarang memiliki banyak kesamaan. Karena itu, ruang diskusi bersama diharapkan dapat melahirkan gagasan dan solusi yang lebih beragam serta dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








