“Kalau gagal, itu bukan masalah. Itu justru pelajaran untuk memacu diri agar lebih maju,” adalah prinsip yang selalu ia ulang kepada para guru.
Ketika penjualan ayam kampung mulai menghasilkan pendapatan nyata dan mampu membiayai guru non-Dapodik, paradigma guru berubah. Program yang awalnya diragukan kini diterima sebagai praktik baik (best practice) yang memberi dampak akademik, sosial, maupun ekonomi.
Model peternakan ayam kampung SMA Amabi Oefeto tidak berdiri sendiri. Program ini selaras dengan dua agenda besar:
1. Program Gubernur NTT tentang pengembangan potensi lokal dan ekonomi produktif desa.
2. Program nasional ketahanan pangan, khususnya penguatan protein hewani berbasis ternak kecil.
Ayam kampung dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi agroklimat NTT, kebutuhan pakan rendah, dan permintaan pasar stabil. Pendekatan ini mencerminkan ecological-economic alignment, yakni keselarasan antara lingkungan, kultur lokal, dan kebutuhan pendidikan.
Keberhasilan proyek ini tidak berhenti pada aspek finansial. Nelson Nome menjadikan peternakan ayam kampung sebagai bagian dari ekstrakurikuler kewirausahaan, bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberi siswa kompetensi praktis seperti:
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
