manajemen usaha mikro,
pemeliharaan ternak,
literasi finansial sederhana,
rantai nilai (value chain) produksi dan pemasaran,
serta kesiapan karier berbasis potensi lokal.
Pendekatan ini mempersiapkan siswa menghadapi masa depan setelah tamat SMA, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi dan membutuhkan keterampilan kerja langsung.
Sebelum menjalankan peternakan ayam kampung, sekolah juga pernah mencoba budidaya pisang Cavendish sebagai usaha produktif. Namun program ini gagal karena keterbatasan air. Kegagalan ini menjadi pelajaran penting tentang analisis risiko lingkungan (environmental risk assessment).
Saat ini, SMA Amabi Oefeto sangat membutuhkan sumur bor sebagai infrastruktur dasar untuk memperluas usaha produktif, termasuk rencana pengembangan pupuk organik dari limbah peternakan. Sumur bor dinilai menjadi faktor kunci untuk keberlanjutan program dan penguatan ekosistem usaha sekolah.
Apa yang dilakukan Nelson Nome dan SMA Amabi Oefeto bukan sekadar kreativitas biasa. Ini adalah transformasi struktural dalam cara sekolah membiayai diri, memberdayakan guru, dan menciptakan peluang masa depan bagi siswa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
