Menurutnya, tata kelola pupuk bersubsidi perlu terus dikawal agar pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, dan sesuai harga yang ditetapkan.
MBG dan Koperasi Desa Jadi Peluang
Phil juga melihat Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai peluang untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa. Namun, peluang tersebut harus dibangun dengan tata kelola yang baik.
Petani membutuhkan kepastian mengenai volume produksi, standar mutu, jadwal pasokan, harga, serta pola kemitraan sehingga hubungan antara petani, koperasi, pemerintah dan pembeli dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa. Ketika produksi meningkat, pasar tersedia, biaya usaha tani lebih efisien, dan harga lebih terjaga, pendapatan petani akan naik dan taraf hidup masyarakat ikut membaik,” ujarnya.
HKTI NTT Siap Turun ke Lapangan
Sementara itu, Ketua DPD HKTI NTT Fernando Jose Osorio Soares menegaskan bahwa kepengurusan HKTI NTT periode 2026–2031 akan turun langsung ke seluruh kabupaten/kota di NTT untuk mendengar persoalan petani dan mencari solusi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
