Sebagai tindak lanjut, Undana telah membentuk tim klarifikasi dan investigasi untuk menelusuri seluruh rangkaian peristiwa secara objektif dan menyeluruh. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur di lingkungan kampus guna memastikan setiap informasi diverifikasi berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain melakukan investigasi, pihak universitas juga mengevaluasi tata kelola akademik, termasuk mekanisme penjadwalan seminar, koordinasi antarunit, sistem komunikasi dengan mahasiswa, serta prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal.
Menurut Prof. Philiphi, evaluasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Undana untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik sekaligus mencegah terulangnya persoalan serupa.
“Kami akan menyusun rekomendasi perbaikan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan dan standar operasional prosedur agar pelayanan kepada mahasiswa semakin baik,” ujarnya.
Menutup konferensi pers, Undana mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta mengedepankan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar di ruang publik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
