Nilai Akademik Penting, tetapi Kesehatan Mental Tidak Boleh Diabaikan
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama adalah kecenderungan mengukur keberhasilan anak hanya berdasarkan prestasi akademik.
Nilai memang penting sebagai salah satu indikator proses belajar. Namun, nilai tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuan, karakter, dan kesiapan seseorang menghadapi kehidupan.
Seorang anak bisa memperoleh nilai tinggi, tetapi belum tentu memiliki kemampuan mengelola tekanan. Sebaliknya, anak yang membutuhkan waktu lebih lama dalam memahami pelajaran belum tentu tidak memiliki potensi besar.
Kesehatan mental, kemampuan mengelola emosi, keberanian berpikir rasional, dan ketahanan menghadapi kesulitan merupakan bekal yang sama pentingnya.
Viktor menekankan bahwa masa depan generasi muda tidak cukup dibangun dengan nilai akademik. Mereka juga membutuhkan kesehatan mental dan kemampuan menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
Pandangan ini relevan dengan tantangan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika pembangunan sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan peningkatan akses pendidikan, tetapi juga perhatian terhadap kualitas proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








