“Gotong royong bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata. Dari membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan usaha tani, sampai menanam pohon, semua itu bagian dari cinta kepada daerah ini,” ucapnya.
Selama satu bulan penuh, kegiatan BB-GRM akan diisi dengan berbagai aksi sosial dan pembangunan masyarakat, termasuk padat karya tunai, perbaikan sarana desa, pembangunan jamban sehat, dan gerakan pangan murah.
Kepala Dinas PMD yang juga Plt. Kepala BP4D, Paulus Liu, menambahkan bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan berbasis desa. “Kita ingin masyarakat bukan hanya jadi penonton, tapi ikut membangun dengan tangan sendiri,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yosef juga menyinggung masalah lingkungan yang dihadapi Kabupaten Kupang. Ia mengaku tidak ingin menutupi kekurangan yang masih ada.
“Saya tidak mau hanya bicara yang bagus-bagus saja. Kita harus jujur, sampai sekarang Kabupaten Kupang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibatnya, kesadaran masyarakat membuang sampah dengan benar masih sangat rendah,” ujarnya lugas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
