Kritik itu bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk membangunkan kesadaran bersama. Yosef ingin agar masyarakat belajar mencintai kebersihan dan mulai dari hal sederhana — tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, dan menjaga lingkungan sekitar.
Ia menambahkan bahwa membangun Kabupaten Kupang bukan hanya soal beton dan jalan, tapi juga soal budaya dan kesadaran ekologis. “Kita harus mulai dari yang kecil. Satu pohon yang kita tanam hari ini, akan menjadi naungan bagi anak cucu nanti,” katanya.
Ketua Panitia Yunisthya Padja dalam laporannya menyampaikan bahwa Desa Oebelo dipilih menjadi pusat kegiatan pencanangan, sementara setiap kecamatan akan melaksanakan kegiatan serupa di desa masing-masing.
Kegiatan ini juga disertai penyerahan paket bantuan stunting, bibit kelapa, serta sosialisasi inseminasi buatan untuk ternak. Semua itu dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Menjelang siang, matahari mulai meninggi. Bupati dan warga berdiri di bawah pohon muda yang baru ditanam, menatapnya seolah menatap masa depan. Pohon itu kecil, tapi di dalamnya tersimpan harapan besar: bahwa cinta lingkungan dimulai dari tindakan sederhana, dari satu tangan yang mau menanam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
