SN – Krisis kekeringan di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin menjadi perhatian publik, termasuk para tokoh politik. Mantan Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek, menyatakan bahwa masalah ini membutuhkan solusi nyata dan terencana.
Dalam pernyataannya, Hurek menegaskan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA), memiliki program unggulan yang berpotensi mengatasi masalah tersebut melalui agenda “NTT Hijau”.
Menurut Hurek, agenda NTT Hijau yang diusung oleh pasangan SIAGA sangat relevan dengan kondisi alam NTT yang kerap dilanda kekeringan dan bencana lingkungan lainnya. “NTT Hijau dengan kebijakan pembangunan ramah lingkungan adalah solusi yang tepat untuk melestarikan alam dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini penting diperhatikan demi keberlanjutan hidup manusia di NTT,” ujar Hurek.
NTT Rentan Kekeringan, Program Lingkungan Jadi Kunci
NTT dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling rentan terhadap kekeringan di Indonesia. Musim kemarau yang panjang, curah hujan yang rendah, dan perubahan iklim yang ekstrem telah menyebabkan banyak daerah di provinsi ini menghadapi masalah serius terkait air bersih dan ketahanan pangan. Kebijakan-kebijakan pembangunan sebelumnya dinilai kurang memperhatikan aspek lingkungan, sehingga memperparah kondisi alam yang sudah kering.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









