SN, Kota Kupang – Dalam upaya mengangkat kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT), calon gubernur Simon Petrus Kamlasi (SPK) menegaskan komitmennya untuk membangun industri olahan sebagai solusi meningkatkan nilai produk lokal.
SPK menyampaikan bahwa sektor pertanian di NTT memiliki potensi besar, namun masih terbatas pada produksi bahan mentah, sehingga nilai tambah produk pertanian belum maksimal.
Menurut SPK, ketergantungan pada ekspor bahan mentah melemahkan posisi ekonomi petani lokal. “Kita harus memutus rantai pasokan yang selama ini hanya menguntungkan pihak luar.
Solusinya adalah membangun industri olahan yang mampu mengubah produk mentah menjadi produk siap jual dengan nilai tambah tinggi,” jelas SPK saat Debat kedua Calon Gubernur NTT, Jumat (08/11) yang lalu.
Industri Olahan untuk Produk Lokal NTT
SPK menjelaskan bahwa berbagai komoditas unggulan di NTT, seperti kopra, coklat, kopi, dan produk perkebunan lainnya, bisa menjadi fokus dari industri olahan.
“Dengan adanya pabrik pengolahan, produk-produk seperti kopra dapat diolah menjadi minyak kelapa, atau kopi diolah hingga siap ekspor, sehingga petani tidak perlu lagi menjual produk dalam bentuk mentah,” lanjutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
