Budaya demokrasi gotong royong ini telah menghasilkan berbagai pemimpin yang didukung lintas pulau dan suku. Ketika Frans Lebu Raya dari Lamaholot Flores memimpin selama dua periode (2008–2018), masyarakat Timor, Rote, Sabu, dan Sumba memberikan dukungan penuh.
Hal serupa terjadi saat Viktor Bungtilu Laiskodat dari Helong menjadi gubernur pada 2018. Kini, dengan majunya SPK, giliran orang Timor berharap dukungan serupa dari seluruh elemen masyarakat Flobamora.
Sejarah telah mencatat, sejak propinsi Nusa Tenggara Timur terbentuk, belum ada orang Timor sendiri yang menjadi gubernur. Gubernur yang pertama adalah bapak Wiliam Johanes “Hein” Lalamentik (4 Februari 1960 – 12 Juli 1966) berasal dari Kakas – Remboken, Sulawesi Utara. Gubernur NTT kedua, bapak Elias “El” Tari (Desember 1966 – 29 April 1978), berasal dari Sabu. Gubernur ketiga, bapak Aloysius Bendictus “Ben” Mboi (1 Juli 1978 – 1 Juli 1988), berasal dari Ruteng Manggarai Flores. Gubernur keempat, Hendrikus “Endi” Fernandez (1 Juli 1978 – 1 Juli 1993), berasal dari Larantuka – Flores Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
