Orang Timor Mengutus Putera Tunggalnya dalam Politik Demokrasi Gotong Royong Flobamorata

Kontributor : LUKAS ONEK NAREK, SH Editor: Redaksi
IMG 20241111 WA0055

Budaya demokrasi gotong royong ini telah menghasilkan berbagai pemimpin yang didukung lintas pulau dan suku. Ketika Frans Lebu Raya dari Lamaholot Flores memimpin selama dua periode (2008–2018), masyarakat Timor, Rote,  Sabu, dan Sumba memberikan dukungan penuh.

Hal serupa terjadi saat Viktor Bungtilu Laiskodat dari Helong menjadi gubernur pada 2018. Kini, dengan majunya SPK, giliran orang Timor berharap dukungan serupa dari seluruh elemen masyarakat Flobamora.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sejarah telah mencatat, sejak propinsi Nusa Tenggara Timur terbentuk, belum ada orang Timor sendiri yang menjadi gubernur. Gubernur yang pertama adalah bapak Wiliam Johanes “Hein” Lalamentik (4 Februari 1960 – 12 Juli 1966) berasal dari Kakas – Remboken, Sulawesi Utara. Gubernur NTT kedua, bapak Elias “El” Tari (Desember 1966 – 29 April 1978), berasal dari Sabu. Gubernur ketiga, bapak Aloysius Bendictus “Ben” Mboi (1 Juli 1978 – 1 Juli 1988), berasal dari Ruteng Manggarai Flores. Gubernur keempat, Hendrikus “Endi” Fernandez (1 Juli 1978 – 1 Juli 1993), berasal dari Larantuka – Flores Timur.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Penerimaan Negara Terjun Bebas, Isunya Sri Mulyani Mundur Dari Menkeu? 
  • Bagikan