Amazon Luncurkan Gelombang Pertama Satelit Proyek Kuiper, Siap Bersaing di Pasar Internet Orbit Rendah

amazon
Roket Atlas V milik United Launch Alliance lepas landas membawa satelit jaringan internet Project Kuiper milik Amazon dari Cape Canaveral Space Force Station di Cape Canaveral, Florida, pada tanggal 28 April. (Joe Skipper/Reuters)

Baca Juga : Blue Origin Luncurkan Program Pariwisata Antariksa Yang di Isi Oleh Perempuan

Didirikan oleh Jeff Bezos, yang juga menjalankan perusahaan antariksa Blue Origin, Amazon menargetkan peluncuran lebih dari 3.200 satelit sebagai bagian dari upayanya untuk menyediakan layanan internet pita lebar berkecepatan tinggi dan terjangkau secara global. Untuk mendukung ambisi tersebut, Amazon telah mengamankan sejumlah kontrak peluncuran dengan United Launch Alliance, Blue Origin, dan pihak lainnya.

Di sisi lain, SpaceX milik Elon Musk telah lebih dahulu mendominasi sektor ini dengan lebih dari 8.000 satelit Starlink yang telah diluncurkan sejak 2019. Pada Minggu malam, perusahaan tersebut mencatatkan peluncuran ke-250, dengan lebih dari 7.000 satelit yang masih aktif mengorbit di ketinggian sekitar 550 kilometer. Sementara itu, OneWeb, konstelasi satelit dari Eropa, telah menempatkan ratusan satelit dalam orbit yang bahkan lebih tinggi.

Peluncuran Proyek Kuiper ini sempat tertunda akibat cuaca buruk pada awal bulan. Kesempatan baru untuk peluncuran akhirnya didapat di Stasiun Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida.

  • Bagikan
Exit mobile version