Jika semuanya berjalan lancar, wahana ini diharapkan dapat terus beroperasi beberapa jam di malam bulan yang gelap, sebelum akhirnya berhenti berfungsi.
CEO Firefly, Jason Kim, menjelaskan bahwa Blue Ghost merupakan contoh terbaru dari teknologi komersial yang disediakan oleh sektor swasta, yang “benar-benar menurunkan biaya dan meningkatkan keterjangkauan sistem ruang angkasa.”
“Dahulu, wahana pendarat bulan semacam ini membutuhkan dana miliaran dolar dan didanai oleh negara-negara untuk mendarat di bulan,” ujar Kim dalam wawancara sebelum peluncuran “Kini, Firefly Aerospace akan mendaratkan wahana di bulan dengan biaya yang jauh lebih rendah, menggunakan teknologi komersial terbaru,” tambahnya. Kim juga mengibaratkan pencapaian ini dengan kesuksesan Simone Biles di Olimpiade, “Kami akan melakukan hal yang sama untuk negara bagian Texas, untuk Amerika, dan untuk dunia.”
NASA telah membayar Firefly Aerospace sebesar $101 juta untuk membawa 10 instrumen sains yang disponsori lembaga tersebut ke bulan. Instrumen-instrumen ini dibuat dengan biaya sebesar $44 juta sebagai bagian dari inisiatif Layanan Muatan Bulan Komersial (CLPS) NASA.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
