Wahana Blue Ghost Mendarat di Bulan

wahana
Gambaran artistik wahana pendarat Blue Ghost di permukaan bulan.

NASA juga memberikan kontrak senilai $15 juta kepada Nokia untuk menguji komunikasi seluler di bulan, serta $41 juta kepada Intuitive Machines untuk sebuah “hopper” bertenaga roket yang dirancang untuk melompat ke kawah yang selalu berada dalam bayangan untuk mencari endapan es.

Baca Juga : SpaceX kehilangan roket Starship beberapa menit setelah lepas landas

Pendarat Firefly membawa 10 instrumen, di antaranya kamera, bor untuk menggali permukaan bawah pesawat ruang angkasa, komputer tahan radiasi, peralatan untuk menarik sinyal navigasi GPS dari Bumi, eksperimen untuk mempelajari pengelolaan debu bulan, serta perangkat yang akan memantau penyebaran debu yang dihasilkan oleh mesin roket pendarat.

“Tujuan utama dari program CLPS NASA adalah untuk menjadi dasar bagi misi Artemis, yang akan mengirim manusia kembali ke bulan,” kata Ray Allensworth, direktur program pesawat ruang angkasa Firefly. “Muatan kami mengumpulkan data yang diperlukan untuk memahami bagaimana rasanya berada di permukaan bulan dan bagaimana beroperasi di sana. Semua data tersebut akan sangat berguna ketika kita benar-benar mengirimkan manusia ke bulan.” tutup Ray. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version