“Anak-anak kita perlu tahu siapa mereka. Mereka harus tahu bahasa, adat, tarian, makanan, permainan, dan kearifan lokal yang membentuk jati diri mereka sebagai orang Amfoang,” ungkap Lede dengan penuh semangat.
Yosef menilai bahwa arus globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini berpotensi meredupkan identitas budaya lokal jika tidak disikapi dengan kesadaran kolektif. Oleh karena itu, festival ini adalah cara untuk melindungi budaya dari ancaman kepunahan dengan cara-cara yang relevan dan kontekstual bagi generasi muda.
Festival Budaya: Menanam Nilai Sejak Dini
Festival Budaya Anak Amfoang kali ini menampilkan berbagai pentas kebudayaan, mulai dari tarian Bonet, permainan tradisional, hingga edukasi gizi lokal. Anak-anak tampil percaya diri mengenakan busana tradisional, membawakan tarian dan nyanyian daerah, serta memainkan alat musik khas Amfoang.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini proses pendidikan karakter yang sangat kuat. Lewat budaya, anak-anak belajar sportivitas, gotong royong, menghargai perbedaan, dan mencintai tanah kelahirannya,” ujar Yosef.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
