Di pulau Sumba, misalnya, memiliki 20 ekor babi bisa setara dengan harga sebuah mobil Fortuner. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ini bagi masyarakat lokal.
Untuk mendukung pengembangan peternakan babi, Prisma telah menyediakan berbagai fasilitas dan pelatihan bagi para peternak. Mereka juga mendorong kerjasama dengan sekolah-sekolah kejuruan peternakan di NTT, guna menciptakan tenaga kerja yang terlatih dan siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Harapan Masa Depan
Dalam pertemuan ini, Prisma dan Pemerintah NTT juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pengembangan sektor peternakan di NTT.
Mereka berharap, kolaborasi ini dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.”Kolaborasi strategis ini tidak hanya berhenti di tingkat dinas teknis, tetapi harus merambah hingga ke akar rumput melalui pendidikan dan pelatihan yang memadai,” kata Linus Lusi.
Ia juga berharap, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan berbagai mitra internasional, sektor peternakan babi di NTT akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
