Kolaborasi Besar Prisma dan Pemerintah NTT: Strategi Meningkatkan Peternakan Babi

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240614 WA0064
Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Setda NTT, Linus Lusi, mewakili Penjabat Gubernur NTT saat memberi sambutan pada lokakarya Berbagi Pembelajaran Sektor Babi NTT, Jumat (14/6) di Kupang.

Mengatasi Tantangan Peternakan Babi

NTT memiliki populasi babi terbesar di Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Namun, sektor ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti penyebaran virus demam babi Afrika yang mengancam kelangsungan peternakan.

Pemerintah Provinsi NTT, bersama Prisma dan berbagai pihak terkait, berkomitmen untuk mengatasi ancaman ini melalui berbagai tindakan pencegahan dan kesadaran kolektif para peternak.

Linus Lusi menekankan pentingnya kerjasama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan menurunkan tingkat kemiskinan serta angka stunting di NTT,” ujarnya.

Peran Strategis Peternakan Babi dalam Ekonomi NTT

Peternakan babi di NTT tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

  • Bagikan
Exit mobile version