Mengatasi Tantangan Peternakan Babi
NTT memiliki populasi babi terbesar di Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah.
Namun, sektor ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti penyebaran virus demam babi Afrika yang mengancam kelangsungan peternakan.
Pemerintah Provinsi NTT, bersama Prisma dan berbagai pihak terkait, berkomitmen untuk mengatasi ancaman ini melalui berbagai tindakan pencegahan dan kesadaran kolektif para peternak.
Linus Lusi menekankan pentingnya kerjasama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan menurunkan tingkat kemiskinan serta angka stunting di NTT,” ujarnya.
Peran Strategis Peternakan Babi dalam Ekonomi NTT
Peternakan babi di NTT tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








