SN – Dalam debat terbuka kedua yang dihelat KPU NTT di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Rabu malam, 6 November 2024, dua calon gubernur NTT nomor urut 1 dan 3, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) dan Simon Petrus Kamlasi (SPK), beradu gagasan mengenai kesiapan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghadapi bencana alam.
Mengangkat tema “Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Nusa Tenggara Timur yang Berkeadilan dan Inklusif,” debat ini juga membahas langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang kian mengancam wilayah tersebut.
Simon Petrus Kamlasi: BPBD Harus Diperkuat!
Merespons pernyataan Ansy, calon gubernur nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK), menggarisbawahi pentingnya memperkuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT.
Menurut SPK, BPBD perlu dilengkapi dengan sumber daya dan anggaran yang memadai, sehingga bisa bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi bencana.
SPK menekankan bahwa tanggap darurat saja tidak cukup, perlu ada siklus manajemen bencana yang mencakup mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan rehabilitasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








