SN – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump bergerak pada hari Selasa (21/01/2025) untuk mengakhiri tindakan afirmatif dalam kontrak federal dan mengarahkan agar semua pegawai dan staf keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) federal diberi cuti berbayar dan akhirnya diberhentikan.
Langkah-langkah tersebut mengikuti perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada hari pertamanya dan memerintahkan pembongkaran menyeluruh program keberagaman dan inklusi pemerintah federal yang dapat menyentuh segala hal mulai dari pelatihan anti-bias gender (LGBT) hingga pendanaan. Trump menyebut program tersebut sebagai “diskriminasi” dan bersikeras memulihkan perekrutan yang “berdasarkan prestasi”.
Perintah eksekutif tentang tindakan afirmatif mencabut perintah yang dikeluarkan oleh presiden AS Lyndon Johnson, dan membatasi program DEI oleh kontraktor federal dan penerima hibah.
Kantor Manajemen Personalia dalam memo hari Selasa mengarahkan lembaga-lembaga untuk menempatkan staf kantor DEI pada cuti berbayar paling lambat pukul 5 sore ET, hari Rabu dan menghapus semua halaman web publik yang berfokus pada DEI pada batas waktu yang sama. Beberapa departemen federal telah menghapus halaman web tersebut bahkan sebelum memorandum tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








