SN – Militan Kurdi yang telah memberontak di Turki selama 40 tahun, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), mengumumkan gencatan senjata pada hari Sabtu (02/03/2025), yang bisa menjadi langkah penting bagi pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Pengumuman ini terjadi dua hari setelah pemimpin mereka yang dipenjara, Abdullah Ocalan, menyerukan agar kelompok tersebut melucuti senjata.
Deklarasi gencatan senjata oleh PKK muncul di tengah perubahan besar di kawasan tersebut, termasuk pergeseran kekuasaan di Suriah setelah jatuhnya Presiden Bashar Assad, melemahnya Hizbullah di Lebanon, dan perang antara Israel dan Hamas di Gaza.
Konflik yang dimulai pada 1984 ini telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa, dan gencatan senjata ini menjadi terobosan pertama sejak perundingan damai antara PKK dan pemerintah Turki yang gagal pada musim panas 2015.
Pengumuman ini diterbitkan oleh Kantor Berita Firat yang dekat dengan PKK, pada hari Sabtu. PKK menyatakan bahwa gencatan senjata ini bertujuan untuk mewujudkan seruan perdamaian Ocalan dan untuk menciptakan masyarakat yang demokratis. Dalam deklarasi tersebut, PKK menyebutkan bahwa pasukan mereka tidak akan melakukan tindakan bersenjata kecuali mereka diserang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








