Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai

inflasi-april-2026-diprediksi-melandai-usai-lebaran-tapi-ancaman-harga-energi-dan-rupiah-melemah-masih-mengintai
Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai

Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai

JAKARTA, SNC – Laju inflasi Indonesia pada April 2026 diperkirakan mengalami perlambatan seiring meredanya konsumsi masyarakat pasca Ramadan dan Idul Fitri. Meski demikian, tekanan dari sektor energi dan pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi inflasi April pada awal pekan ini. Berdasarkan konsensus sejumlah ekonom dan pelaku pasar, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) diproyeksikan berada di kisaran 0,38% hingga 0,43%, lebih rendah atau relatif stabil dibandingkan Maret yang tercatat 0,41%.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) diperkirakan melandai ke kisaran 2,39% hingga 2,84%, turun dari capaian Maret yang mencapai 3,48%. Kondisi ini mencerminkan fase normalisasi ekonomi setelah lonjakan konsumsi selama periode hari besar keagamaan.

Ekonom menilai, penurunan tekanan inflasi terutama dipicu oleh meredanya permintaan masyarakat setelah puncak belanja saat Ramadan dan Lebaran. Pada periode tersebut, harga berbagai komoditas cenderung meningkat akibat tingginya konsumsi, namun kembali stabil memasuki April.

Baca Juga :  Dari Altar ke Lahan Garapan: Bupati Kupang Dorong Pertanian Jadi Lokomotif Ekonomi Kupang Barat
  • Bagikan