Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai

inflasi-april-2026-diprediksi-melandai-usai-lebaran-tapi-ancaman-harga-energi-dan-rupiah-melemah-masih-mengintai
Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai

“April menjadi fase penyesuaian setelah konsumsi tinggi pada Maret. Ini yang membuat tekanan inflasi mulai mereda,” ujar salah satu ekonom dalam analisis pasar.

Meski demikian, sejumlah faktor eksternal dan domestik masih berpotensi menahan laju penurunan inflasi. Salah satunya adalah kenaikan harga energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang sempat mengalami penyesuaian harga pada pertengahan April.

Kenaikan harga energi tersebut berdampak langsung pada biaya distribusi dan logistik, yang pada akhirnya memengaruhi harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Selain itu, lonjakan harga avtur juga berkontribusi terhadap kenaikan tarif transportasi udara, meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi impor. Kondisi ini menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal, termasuk bahan baku industri dan pangan tertentu.

Namun, tekanan inflasi tidak sepenuhnya meningkat. Beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga dan membantu menahan laju inflasi. Harga cabai, daging ayam, dan telur tercatat mengalami koreksi, sehingga memberikan efek penyeimbang terhadap kenaikan harga komoditas lainnya.

Baca Juga :  Kolonel Marinir Aris Budiadi: Sinergi BI dan TNI AL Perkuat Distribusi Rupiah di Wilayah 3T
  • Bagikan