“Pemerintah, media, dan pengurus harus bersatu padu untuk mewujudkan mimpi ini menjadi nyata,” katanya.
Bagi Alfonsus, kolaborasi tersebut menjadi penting karena prestasi olahraga tidak dapat dibangun hanya dalam satu pertandingan atau satu musim kompetisi.
Diperlukan kesinambungan pembinaan, kompetisi yang rutin, evaluasi, serta dukungan terhadap atlet agar mereka memiliki kesempatan berkembang.
Dengan 22 tim yang bertanding, SMSI CUP I 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang bagi atlet bola voli NTT untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Turnamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan bola voli NTT untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Alfonsus pun mengajak seluruh pihak untuk tidak berhenti bekerja bagi kemajuan olahraga bola voli.
“Jangan pernah berhenti, jangan pernah berhenti bekerja untuk kemajuan olahraga bola voli,” tegasnya.
SMSI CUP I 2026 akhirnya bukan hanya menjadi panggung perebutan kemenangan, tetapi juga ruang untuk menguji sejauh mana proses pembinaan berjalan. Dari kompetisi inilah, para atlet muda diharapkan memperoleh pengalaman yang kelak menjadi bekal menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








