Potensi Dampak: Banjir, Longsor, dan Gelombang Tinggi
Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, menekankan bahwa cuaca ekstrem ini dapat menyebabkan berbagai bencana, seperti banjir dan tanah longsor, yang mengganggu aktivitas masyarakat.
“Intensitas hujan yang tinggi sudah menyebabkan beberapa daerah mengalami banjir dan longsor. Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya bisa semakin luas dan menghambat aktivitas ekonomi serta pertanian masyarakat,” kata Andriko.
Sementara itu, Kepala BPBD NTT, Kornelis Wadu, mengidentifikasi wilayah yang paling rawan terdampak bencana:
Daerah rawan longsor: Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan beberapa wilayah di Flores.
Daerah rawan banjir: Kabupaten Malaka dan sebagian wilayah TTS.
Langkah Antisipasi: Pemerintah Siaga, Masyarakat Diminta Waspada
Menghadapi potensi bencana yang meningkat, BMKG dan BPBD NTT telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk:
- Pemantauan cuaca secara intensif untuk memperbarui informasi terkini kepada masyarakat.
- Koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota guna memastikan kesiapan tanggap darurat.
- Penyediaan stok bahan pokok dan peralatan evakuasi untuk daerah rawan bencana.
- Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
“Kami meminta masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Pastikan selalu mendapatkan informasi resmi dari BMKG dan BPBD untuk langkah antisipasi lebih lanjut,” imbau Kornelis Wadu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
