Januarius juga menilai bahwa masyarakat perlu memahami berbagai ketentuan penyelenggaraan olahraga modern, termasuk pengaturan penonton dan mekanisme pertandingan.
Profesionalisme tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia. Dukungan dan kesadaran masyarakat turut menentukan kualitas sebuah kegiatan.
Waktu Singkat, Kolaborasi Menjadi Kunci
Panitia menghadapi tantangan waktu persiapan yang relatif terbatas. Sebanyak 18 hari masa persiapan ditargetkan untuk mengoptimalkan berbagai kebutuhan sebelum turnamen dimulai.
Dalam situasi tersebut, koordinasi menjadi kebutuhan utama.
Pemerintah daerah, PBVSI NTT, PBVSI TTS, lintas OPD, komunitas, relawan, dan masyarakat diharapkan mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.
Bagi Kabupaten TTS, keberhasilan menjadi tuan rumah bukan hanya soal terselenggaranya pertandingan, tetapi juga bagaimana para tamu memperoleh pengalaman yang baik selama berada di So’e.
Keramahan masyarakat, kesiapan layanan, ketertiban kegiatan, serta kemampuan memperkenalkan potensi daerah akan menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang para pengunjung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







