Gubernur juga mendorong Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan produk lokal unggulan agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ia optimistis, jika dikelola dengan baik, kehadiran NTT Mart dan Dapur Flobamorata dapat membantu menekan defisit ekonomi daerah.
Selain itu, ia menyinggung peluang pengembangan produk seperti air mineral kemasan yang dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melki Laka Lena juga mengimbau agar setiap desa dan kelurahan memiliki satu produk unggulan yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart. Hal yang sama juga diharapkan diterapkan di setiap sekolah.
“Wirausaha itu jangan hanya berhenti di pidato. Harus dipraktikkan, dan hasilnya juga harus kita beli,” tegasnya.
Ia menambahkan, pola pengembangan ekonomi harus diperluas dari sekadar “tanam, panen, jual” menjadi “tanam, panen, olah, kemas, lalu jual” agar nilai tambah produk semakin meningkat.
Gubernur pun berharap para peserta didik dapat mulai belajar berwirausaha sejak dini sehingga ke depan mampu menjadi pengusaha yang tangguh dan mandiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
