SN – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia G. Kalake, mengapresiasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) atas kolaborasi yang kuat dan efektif dalam melindungi pekerja migran asal NTT.
Dalam pertemuan yang digelar di Kupang, Pj Gubernur Ayodhia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan BP2MI untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran.
“Kami sangat mengapresiasi BP2MI atas kerja sama yang solid dengan pemerintah Provinsi NTT. Melindungi pekerja migran adalah prioritas utama kami, dan dengan dukungan BP2MI, kami dapat memberikan perlindungan yang lebih baik,” ujar Ayodhia.
Pj Gubernur Ayodhia mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, sebanyak 140 pekerja migran asal NTT telah kembali ke tanah air, dan pada tahun 2024, angka tersebut mencapai 69 orang.
Data menunjukkan bahwa periode Januari hingga 5 Agustus 2024, sebanyak 68 jenazah pekerja migran asal NTT dipulangkan, di mana 67 di antaranya adalah pekerja migran ilegal.
“Data ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan perlindungan yang lebih kuat. Kami terus berupaya mencegah pengiriman pekerja migran secara non-prosedural yang masih menjadi tantangan besar,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
