Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wabup Kupang Resmi Buka Lomba Menyanyi dan Fashion Show Adat dalam Rangka HUT DWP ke-26

dwp

SN, Oelamasi – Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, secara resmi membuka Lomba Menyanyi Solo DWP Idol dan Peragaan Busana Adat Daerah NTT yang digelar di lobi lantai dua Kantor Bupati Kupang, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 Tahun 2025.

Dua kategori lomba tersebut menampilkan partisipasi lintas elemen, yakni anggota DWP Kabupaten Kupang untuk cabang menyanyi, serta para pimpinan perangkat daerah bersama para suami anggota DWP dalam peragaan busana adat. Atmosfer kegiatan berlangsung meriah dan hangat, memperlihatkan antusiasme besar dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang menyampaikan apresiasi mendalam kepada DWP Kabupaten Kupang atas kreativitas, inovasi, dan konsistensi menghadirkan kegiatan yang konstruktif serta bernilai strategis bagi pembangunan karakter ASN dan keluarga.

“Perayaan HUT ke-26 DWP bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah momentum reflektif untuk meneguhkan kembali peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah. Selama ini DWP telah berkontribusi signifikan dalam penguatan keluarga ASN, pemberdayaan perempuan, serta mendukung kebijakan pemerintah daerah melalui program yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Aurum.

Ia menambahkan bahwa Lomba Menyanyi Solo DWP Idol merupakan ruang ekspresi yang memfasilitasi anggota DWP untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengasah bakat seni, sekaligus memperkuat solidaritas antar anggota melalui media kreatif.

Baca Juga : Mengalirkan Harapan, Menghidupkan Masa Depan: Plan Indonesia dan Bayan Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Warga Desa Pisan

Sementara itu, mengenai Peragaan Busana Adat Daerah NTT, Wakil Bupati menilai kegiatan tersebut menghadirkan nuansa baru yang memadukan unsur budaya, estetika, serta partisipasi lintas gender.

Baca Juga :  Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Siap Lepas Jabatan

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat NTT. Setiap lembar tenun dan motif adat memuat filosofi, nilai historis, serta identitas komunal yang wajib dijaga,” tegasnya.

Ia menilai keikutsertaan para pimpinan OPD dan para suami anggota DWP mencerminkan komitmen bersama untuk merawat identitas budaya daerah.

  • Bagikan