Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Komunitas Masyarakat Cinta Kabupaten Kupang Desak Penegakan Hukum terhadap Oknum yang Diduga Provokatif

masyarakat

SN, Oelamasi – Suasana di depan pintu masuk Kantor Bupati Kupang pada Selasa (14/10) siang sempat memanas setelah sekelompok warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Cinta Kabupaten Kupang menggelar aksi damai. Aksi tersebut merupakan bentuk keresahan masyarakat atas maraknya isu dan provokasi yang dinilai mengganggu stabilitas sosial dan mencederai kehormatan pemerintah daerah.

Dalam aksi yang berlangsung dari pagi hingga sore hari itu, para peserta menyampaikan orasi dan menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang serta aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas terhadap oknum LP2TRI, Hendrikus Djawa, yang diduga kerap menyebarkan provokasi serta melakukan distorsi informasi di ruang publik.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sejumlah orator masa menilai bahwa tindakan Hendrikus Djawa sejauh ini telah melewati batas kewajaran. Ia diduga berulang kali memutarbalikkan fakta melalui media sosial, termasuk menuduh pemerintah daerah, khususnya Bupati Kupang saat ini sebagai pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dana bantuan Badai Seroja. Selain itu, Hendrikus juga diduga melakukan ajakan provokatif kepada masyarakat untuk menyegel gedung DPRD maupun Kantor Bupati Kupang.

WhatsApp Image 2025 10 14 at 22.27.45

“Kami hadir hari ini untuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kupang bersatu menolak segala bentuk provokasi dan adu domba. Ada pihak-pihak tertentu yang ingin menciptakan kekacauan dengan membenturkan rakyat dan pemimpinnya. Kita tidak boleh tinggal diam,” tegas salah satu orator  dalam orasinya.

Baca Juga : Ketegangan Warnai Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati Kupang

Lebih lanjut, massa menilai bahwa tudingan terhadap pemerintah baru terkait dana Seroja merupakan bentuk penggiringan opini yang menyesatkan. Menurut mereka, permasalahan tersebut seharusnya diarahkan kepada pemerintahan sebelumnya, bukan kepada pejabat yang baru dilantik pada tahun 2025, mereka juga menilai permasalahan ini sudah sampai pada pihak yang berwenang, seharusnya fokus harus diarahkan untuk mengawal proses yang sedang berjalan di kepolisian.

Baca Juga :  Ketegangan Warnai Aksi Demonstrasi di Kantor Bupati Kupang

WhatsApp Image 2025 10 14 at 22.19.03

“Bagaimana mungkin pemerintahan baru yang belum genap setahun bekerja, justru dituding terlibat dalam kasus yang terjadi pada periode 2022–2023? Ini jelas mengandung unsur kepentingan politik segelintir orang, karena jika Hendrikus Djawa ini bijak dan mengerti hukum seharusnya dia mengarahkan fokus semua orang, pada proses penanganan hukum yang sedang berlangsung di kepolisian, bukan malah mengarahkan masyarakat untuk datang demo dan mau menyegel kantor Bupati” lanjut orator.

WhatsApp Image 2025 10 14 at 22.19.04 1

Dalam pernyataannya, Komunitas Masyarakat Cinta Kabupaten Kupang menegaskan komitmen untuk terus mengawal proses hukum dan menjaga ketertiban publik di Kabupaten Kupang. Mereka juga menolak segala bentuk tindakan anarkis, termasuk penyegelan kantor pemerintahan, yang dinilai hanya akan menghambat jalannya pelayanan publik dan mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.

“Penyegelan kantor pemerintahan bukan solusi. Justru itu akan memperburuk pelayanan kepada masyarakat dan melemahkan institusi pemerintahan yang sah,” tutup pernyataan resmi komunitas tersebut.

WhatsApp Image 2025 10 14 at 21.27.53 1

Aksi demo yang digelar tersebut sempat diwarnai kericuhan, setelah masa demonstrasi yang dikoordinir oleh Hendrikus Djawa, mendatangi dan melakukan adu argumen yang berlanjut dengan saling dorong. Namun kondisi kembali kondusif setelah pihak kepolisian melakukan pencegahan dan pemisahan kelompok masa. (Red)

 

  • Bagikan