Meski tidak ditemukan kesalahan pada Yesus, namun para ahli taurat dan orang Yahudi saat itu ingin Yesus tetap dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib.
Selanjutnya di pos ketiga dimana Yesus dibawa ke Golgota oleh 2 penyamun, untuk disalibkan.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Simon Selan, warga jemaat GMIT Fatusion Siki, kepada media ini mengapresiasi UPP Pemuda Fatusion Siki pasalnya, prosesi ini memberi pesan iman yang kuat bagi mereka.
“Kami sebagai tokoh jemaat menyampaikan apresiasi kepada Pendeta dan pemuda yang sudah bersedia dengan semangat yang tinggi melakonkan satu fragmen jalan salib. Hal ini sangat penting bagi kami karena merupakan satu pesan iman kepada kami. Harapan kami ke depan kiranya hal ini dapat dilakukan secara terus-menerus sebagai satu pembangkit semangat berjemaat di tempat ini,”ungkapnya.
Sementara, Pendeta Isai Laumal, M.Th, dalam kesempatan tersebut berharap, jamaat dapat menjadikan momentum paskah sebagai momen perubahan,
Dirinya berharap ke depan setiap momentum paskah harus itu harus menjadi momen perubahan. Dimana kita ada dalam peristiwa romantis mengenang sukacita dalam Jumat agung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








