Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Panen Cabai di SMAN 1 Kupang Timur, Pendidikan Jadi Motor Ketahanan Pangan Daerah

panen

SN, Kupang Timur – Dunia pendidikan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan daerah. SMA Negeri 1 Kupang Timur sukses menggelar panen raya cabai sebagai hasil implementasi pembelajaran berbasis proyek, Jumat (23/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.

Panen raya ini menjadi bukti konkret bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga mampu menjadi pusat produksi berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi. Gubernur NTT dalam sambutannya menegaskan bahwa model pengelolaan lahan produktif di lingkungan sekolah selaras dengan arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang tengah didorong pemerintah provinsi.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kegiatan seperti ini sejalan dengan visi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang terbukti mampu menjadi simpul produksi pertanian yang memberi manfaat nyata,” ujar Gubernur.

Program budidaya cabai di SMAN 1 Kupang Timur dikelola dengan dukungan anggaran sebesar Rp35 juta. Dari dana tersebut, sekolah berhasil mengembangkan 3.600 pohon cabai yang ditanam pada 36 bedeng di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Padahal, total luas lahan sekolah mencapai sekitar 1,5 hektare yang sebagian masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Hasil pengelolaan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp150 juta. Cabai dipanen secara berkala setiap minggu dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp55 ribu per kilogram. Capaian ini pun menuai apresiasi langsung dari Gubernur NTT.

“Dengan modal 35 juta bisa menghasilkan 150 juta, ini contoh pengelolaan yang tepat. Jangan sampai terbalik,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Gubernur, melalui praktik langsung seperti ini, para siswa tidak hanya belajar teori pertanian, tetapi juga memahami nilai ekonomi dari pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Ia menilai sekolah model seperti SMAN 1 Kupang Timur layak mendapat dukungan lebih lanjut dan dijadikan rujukan bagi sekolah lain.

Baca Juga :  Tak Boleh Mangkrak! Bupati Kupang Optimalkan UPT Pembibitan Babi demi Lompatan Kualitas Ternak dan PAD

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan bahwa panen raya ini memiliki makna strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Ia menyebut keterlibatan sekolah dan pelajar dalam kegiatan produktif merupakan kontribusi nyata terhadap program pemerintah pusat.

“Hari ini kita melihat bahwa sekolah dan anak-anak didik ikut mengambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Bupati.

Untuk memaksimalkan potensi lahan sekolah yang masih tersisa, Bupati Kupang secara langsung menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang agar memberikan pendampingan penuh.

“Lahan yang masih kosong harus segera digarap. Pinjam alat berat, kita bantu semua yang bisa dimaksimalkan agar produktif,” tegasnya.

Selain pengembangan cabai, Bupati Kupang juga mendorong penanaman berbagai tanaman produktif lain yang dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menutup sambutannya, Bupati Kupang menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMAN 1 Kupang Timur, Selfina Sunbanu, beserta seluruh guru dan siswa atas inovasi yang telah dilakukan.

“Ini harus menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mencintai lingkungan dan memanfaatkan lahan secara produktif,” pungkasnya.

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Kepala BRMP NTT, Danramil 1604-02, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, para kepala sekolah, guru, serta siswa SMA Negeri 1 Kupang Timur.

  • Bagikan