Salah satu langkah strategis yang kini mulai diterapkan adalah transformasi digital melalui sistem DMA atau District Meter Area berbasis digital. Sistem ini memungkinkan deteksi kebocoran air secara lebih cepat dan akurat sehingga efisiensi distribusi bisa meningkat.
Digitalisasi juga diterapkan dalam pelayanan pembayaran dan penagihan pelanggan untuk meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat mengakses layanan Perumda AM.
Menurut Joni, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagian dari perubahan mendasar dalam budaya kerja perusahaan.
“Digitalisasi itu bukan hanya aplikasi, tetapi perubahan cara kerja supaya setiap gangguan di lapangan bisa cepat diatasi, pelayanan lebih efisien, dan masyarakat semakin percaya,” tegasnya.
Di tengah berbagai tantangan geografis dan keterbatasan anggaran, Perumda AM Kabupaten Kupang kini terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.
Harapan besar juga diarahkan pada dukungan APBN untuk membantu pembangunan jaringan distribusi di wilayah-wilayah yang membutuhkan investasi besar, khususnya daerah terpencil dan kawasan perbukitan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
