Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Produk Desa Terkendala Akses Pasar, Kelompok Tenun Ikat “Terus Susar” Harap Uluran Tangan

produk-desa-terkendala-akses-pasar-kelompok-tenun-ikat-terus-susar-harap-uluran-tangan

Kelompok Terus Susar terdiri dari para mama desa yang penuh semangat, yakni: Agustina Luru, Bernadeta Luru, Gaudensia Hoar, Monika Hoar, Belandina Hoar, Rosalinda Luruk, Marselina Bano, Agustina Luruk Bete, dan Raimunda Hoar.

Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pilar ekonomi keluarga. Mereka memikul beban membiayai pendidikan anak, pengobatan keluarga, hingga memperbaiki rumah dan fasilitas hidup lainnya. Namun semua itu sulit terwujud jika akses terhadap pasar tak kunjung terbuka.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Dukungan dana dari pemerintah memang kami terima. Tapi yang kami butuhkan sekarang adalah bantuan untuk menjual hasil produksi kami. Kami tidak bisa hidup dari hasil tenun saja kalau tidak ada yang membeli. Kami butuh uang untuk menyekolahkan anak, membayar dokter, dan biaya hidup lainnya,” ungkap Raimunda Hoar, mewakili harapan kelompoknya.

Para anggota kelompok juga mengajak Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tingkat kabupaten maupun provinsi, serta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, agar tidak berhenti hanya pada pelatihan dan bantuan dana. Mereka ingin ada upaya nyata membuka jaringan pemasaran yang berkelanjutan bagi produk-produk unggulan desa.

Baca Juga :  Linus Lusi dan Danlanudal Kupang Perkuat Pemberdayaan Ekonomi dan Keamanan Kota
  • Bagikan