“Melalui pembentukan Tim Percepatan Swasembada Pangan, kita ingin meneguhkan komitmen bersama. Kemandirian pangan bukan hanya slogan, tetapi target nyata yang bisa kita capai dengan kerja terukur,” ungkapnya.
Sekda menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan harus dibangun di atas kerja sama lintas perangkat daerah, lembaga, pelaku usaha, kelompok tani, dan masyarakat. Program yang disusun harus benar-benar menyentuh kebutuhan riil, seperti ketersediaan sarana produksi, penguatan irigasi dan infrastruktur pertanian, akses pasar yang adil, serta penerapan teknologi tepat guna.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Swasembada pangan hanya mungkin terwujud jika ada sinergi. Gotong royong adalah kunci, sementara teknologi menjadi pendorong agar produktivitas kita meningkat,” tegas Teldi.
Ketua Tim Percepatan Swasembada Pangan, Charles Banamtuan yang juga menjabat Asisten II Sekda, dalam laporannya menekankan agar tim yang terbentuk tidak hanya berhenti pada struktur administratif. Menurutnya, tim harus menjadi motor penggerak yang memastikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program berjalan terpadu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








