Sebagai bank milik pemerintah daerah, relasi antara direksi dan para kepala daerah dipandang memiliki arti penting dalam membangun dukungan politik dan kelembagaan terhadap arah pengembangan bank.
Di tengah situasi forum yang semakin memanas, Melki Laka Lena akhirnya mengambil langkah untuk menenangkan suasana rapat sekaligus menjaga agar agenda strategis bank tidak semakin tertunda tanpa kepastian.
Selain karena waktu rapat yang banyak tersita, gubernur juga dijadwalkan harus kembali ke Kupang pada siang hari untuk mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan yang melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang.
Melki kemudian menawarkan kepada forum agar agenda lanjutan RUPS ditunda dan dijadwalkan kembali pada waktu yang disepakati bersama.
Usulan tersebut akhirnya diterima seluruh pemegang saham. Forum kemudian menyepakati bahwa pembahasan sejumlah agenda penting akan dilanjutkan pada Minggu (24/5/2026) di Kota Kupang.
Beberapa agenda strategis yang belum sempat dibahas secara tuntas antara lain rencana bisnis Bank NTT Tahun 2026, pengangkatan direktur kepatuhan baru, serta perubahan status hukum Bank NTT menjadi perseroan daerah atau perseroda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









