Menurutnya, Undana melihat potensi besar untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai laboratorium lapangan permanen bagi mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis di ruang kuliah, tetapi juga dapat mengembangkan penelitian langsung pada kondisi lapangan yang sesungguhnya.
Konsep laboratorium lapangan dinilai sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman (*experiential learning*) dan penyelesaian masalah nyata di masyarakat.
Bagi Fakultas Pertanian serta Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, kawasan Eco Wisata Tantya Sudhirajati dapat menjadi ruang praktik untuk menguji berbagai inovasi teknologi budidaya, manajemen pakan, produktivitas tanaman, hingga pengembangan sistem pertanian terpadu yang sesuai dengan karakteristik wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP Rudy Ledo menegaskan bahwa program ketahanan pangan membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab tantangan pangan yang semakin kompleks.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








