Ramdan menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah melakukan intervensi berkelanjutan di pasar NDF di kawasan Asia, Eropa, dan New York. “Selain itu, Bank Indonesia juga akan melakukan intervensi agresif di pasar domestik sejak 8 April 2025, dengan melakukan intervensi di pasar valas (Spot dan DNDF) serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” ujarnya.
Untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan domestik, pihaknya juga akan mengoptimalkan instrumen likuiditas Rupiah. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pasar serta investor terhadap perekonomian Indonesia. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
