KBRI Rabat juga aktif menghubungkan UMKM binaan BI dengan jaringan diaspora Indonesia yang bergerak di sektor kuliner dan distribusi. Strategi ini terbukti efektif karena diaspora memiliki pemahaman pasar yang kuat dan mampu menjadi jembatan penetrasi produk Indonesia.
Transformasi UMKM: Dari Kopi Mentah ke Produk Premium Bernilai Tinggi
Salah satu tantangan lama sektor kopi Indonesia adalah ketergantungan pada ekspor green bean. Melalui kurasi UMKM binaan, BI mendorong transformasi dari komoditas mentah ke produk siap ekspor yang bernilai tambah tinggi, seperti:
- roasted bean premium,
- ground coffee specialty,
- drip bag siap seduh,
- produk kopi organik tersertifikasi,
- dan kemasan modern yang sesuai standar internasional.
Pendampingan BI menekankan standar mutu internasional, mulai dari cupping score, sertifikasi halal, sertifikasi organik, hingga standar traceability untuk memenuhi permintaan pasar premium Afrika Utara dan Timur Tengah yang kini semakin ketat.
Hasil diplomasi BI–KBRI Rabat tidak hanya berhenti pada promosi, tetapi sudah berbuah pada kontrak dagang bernilai signifikan. Beberapa pelaku usaha roastery di Maroko dan Arab Saudi mulai memasukkan kopi Indonesia ke rak-rak premium, sementara kedai kopi boutique di Rabat dan Casablanca mulai menawarkan menu “Indonesian Single Origin”.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
