Sementara itu, Wamen PPPA Veronika Tan menyoroti pentingnya pelibatan perempuan dan generasi muda dalam ekosistem ekonomi bambu. “Bambu restoratif ini bukan hanya soal alam, tapi juga pemberdayaan sosial. Perempuan dan pemuda desa harus jadi pelaku utama,” tegasnya.
Gerakan Bambu Restoratif yang dicanangkan Gubernur Melki Laka Lena sejalan dengan visi pembangunan nasional ASTACITA — Arah, Strategi, dan Kebijakan Pembangunan Indonesia yang menekankan keadilan, keberlanjutan, dan keseimbangan ekologi.
NTT kini diarahkan menjadi laboratorium ekonomi hijau Indonesia, tempat lahirnya model ekonomi restoratif yang bisa direplikasi di daerah lain.
Gubernur Melki menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan hutan, tanah, dan air.
“Kita mau bangun ekonomi, tapi dengan cara yang memulihkan, bukan merusak. Bambu adalah wujud nyata dari semangat itu,” katanya penuh keyakinan.
Melalui Gerakan Bambu Restoratif, pemerintah provinsi menargetkan terbentuknya desa-desa bambu lestari yang terhubung dengan industri ramah lingkungan. Program ini akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi desa, dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
