Surplus tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 3,04 miliar dolar AS.
Penguatan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas Indonesia. Pada Juli 2026, nilai ekspor nonmigas mencapai 25,43 miliar dolar AS.
Sejumlah produk menjadi penopang utama ekspor tersebut. Dari kelompok sumber daya alam, bahan bakar mineral memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor. Sementara dari sektor manufaktur, ekspor besi dan baja serta mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya turut menjadi penyumbang penting.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa ekspor Indonesia masih bertumpu pada kombinasi komoditas sumber daya alam dan produk manufaktur.
Dari perspektif pasar, Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia. Ketiga negara tersebut menjadi kontributor utama yang menopang aktivitas perdagangan nonmigas nasional.
Di tengah penguatan ekspor nonmigas, sektor migas juga menunjukkan perbaikan dari sisi neraca perdagangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
