Negara-negara anggota kemudian menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus meningkatkan resiliensi dalam menghadapi tantangan global.
Transformasi digital dan AI menjadi bagian penting dari pembahasan karena perkembangan teknologi turut mengubah sistem ekonomi dan keuangan internasional.
Di sisi lain, meningkatnya ketergantungan terhadap infrastruktur digital juga membuat ketahanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Indonesia juga menekankan pentingnya melihat keberagaman karakteristik negara-negara BRICS sebagai kekuatan.
Perbedaan tingkat pembangunan, struktur ekonomi, serta prioritas nasional tidak harus menjadi hambatan dalam membangun kerja sama. Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi dasar untuk menciptakan hubungan yang saling melengkapi.
Pendekatan itu diharapkan membuat kerja sama BRICS mampu menghasilkan nilai tambah bersama dan memberikan manfaat nyata bagi negara-negara anggotanya.
Dengan demikian, kerja sama ekonomi tidak hanya berorientasi pada kesepakatan antarnegara, tetapi juga diarahkan pada penguatan ketahanan ekonomi dan keuangan masing-masing anggota.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
