“Ancaman resesi ekonomi di Indonesia adalah efek dari krisis moneter dan ketidakpastian global akibat konflik seperti perang Ukraina-Rusia, Israel-Palestina, dan situasi di Timur Tengah. Semua ini mempengaruhi perekonomian kita,” kata Lia.
Lia juga menambahkan bahwa nilai tukar rupiah yang telah mencapai Rp16.257 per USD menunjukkan perlunya antisipasi yang lebih serius dari pemerintah.
“Saatnya membuka akses seluas-luasnya di bidang perbankan, digital, dan permodalan. UMKM harus menjadi penyokong utama saat gelombang besar resesi ekonomi melanda Indonesia,” tegasnya.
Syafrudin Budiman, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia, juga mengingatkan bahwa nilai tukar rupiah yang terus melemah dapat menyebabkan para pengusaha yang bergantung pada dolar mengalami kesulitan.
Jika situasi ini tidak segera diatasi, ancaman krisis moneter yang berimbas pada resesi ekonomi akan menjadi kenyataan.
Syafrudin juga menyoroti pentingnya transisi kepemimpinan yang mulus dari Presiden Jokowi ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam mengatasi problematika ekonomi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
