Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Meski BI Rate Naik, Bank Indonesia Pastikan Kredit Tetap Tumbuh dan Ekonomi Terjaga

meski-bi-rate-naik-bank-indonesia-pastikan-kredit-tetap-tumbuh-dan-ekonomi-terjaga
Meski BI Rate Naik, Bank Indonesia Pastikan Kredit Tetap Tumbuh dan Ekonomi Terjaga

Bank sentral juga terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga awal Juni 2026, nilai insentif yang telah disalurkan mencapai Rp418,1 triliun.

Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk mendukung penyaluran kredit pada sektor prioritas seperti pertanian, industri pengolahan, hilirisasi, jasa, ekonomi kreatif, konstruksi, perumahan, UMKM, koperasi, serta ekonomi berkelanjutan.

Dari sisi stabilitas perbankan, kondisi industri keuangan nasional dinilai tetap kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan pada April 2026 mencapai 23,97 persen, jauh di atas batas minimum yang dipersyaratkan regulator.

Risiko kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,17 persen secara bruto dan 0,84 persen secara neto.

Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan industri perbankan masih mampu menghadapi berbagai risiko global, termasuk dampak lanjutan konflik di Timur Tengah.

Bank Indonesia memandang kombinasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan kebijakan makroprudensial yang tetap longgar merupakan strategi yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan pertumbuhan.

Baca Juga :  Plt. Kepala BPAD NTT, Dominikus Dore Payong: Penyesuaian PPN Tidak Berdampak pada Kebutuhan Pokok Rakyat
  • Bagikan