Syafrudin menegaskan bahwa jika nilai tukar dollar terus meningkat hingga melewati Rp17.000 per USD, banyak pengusaha yang tergantung pada dollar akan menghadapi kesulitan besar.
“Kita harus sigap dalam mengambil langkah taktis dan strategis untuk mengantisipasi ancaman resesi ekonomi ini. Transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto juga harus mulus, khususnya dalam bidang ekonomi,” lanjut Syafrudin.
Ia menambahkan bahwa langkah antisipatif yang baik akan mempermudah pemerintahan baru dalam mengatasi problematika ekonomi di masa depan.
Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp77,3 triliun atau 0,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada semester I-2024.
Meski demikian, keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp162,7 triliun.
Syafrudin menyatakan bahwa di tengah dinamika global yang kurang kondusif, defisit anggaran hingga akhir 2024 diperkirakan akan berada pada level 2,7 persen PDB, melebar dari target APBN 2024 yang sebesar 2,29 persen PDB.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
